rsuparikesit.com

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

AKREDITASI RS

Telah terakreditasi 5 Pelayanan Dasar : Administrasi Manajemen, Pelayanan Medis, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Keperawatan dan Rekam Medis.

118 Rescue

118 Secara berkesinambungan SDM baik Medis, Paramedis maupun Non Medis diikutsertakan dalam pelatihan pelatihan Emergency...

BRIGADE SIAGA BENCANA

Satuan Tugas Bencana dipersiapkan untuk membantu jika ada musibah bencana alam di seluruh Indonesia

Program Pendidikan S1

Global Bekerjasama dengan STIKES Samarinda melaksanakan program pendidikan Alih Jenjang Strata 1 bagi tenaga Keperawatan RS.

RS Type B

Berdasarkan Kepmenkes No. 1222/Menkes/SK/XII/2009, status RSUD AM. Parikesit telah ditingkatkan menjadi RS TIPE B.

Televisi Pengaruhi Tumbuh Kembang dan Konsentrasi Anak

E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Media elektronik terutama televisi memberi pengaruh pada kemampuan konsentrasi anak. Masa kanak-kanak yang seharusnya penuh kreativitas juga menjadi lambat bahkan  menghilang.

''Hal ini membahayakan bagi anak-anak. Karena anak-anak menempel ke tabung (televisi),'' ujar Sekretaris Pimpinan Pusat Asyiyah Muhammadiyah, Trias Setiawati, kepada Republika, Selasa (6/4).

Lebih berbayanya lagi, ungkap Trias, anak menjadi berkurang waktu belajarnya sehingga kecerdasan natural minim terbentuk dan akhirnya si anak menjadi kehilangan kreativitasnya.

Mengutip pada sebuah data dari bagian Tumbuh Kembang Anak Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta, Trias memaparkan bahwa selama periode 1997-2001 terjadi peningkatan pasien konsultasi gangguan anak-anak karena media. Data mencatat sekitar 42 persen dari konsultasi gangguan tumbuh kembang dipicu oleh media.

''Angka tersebut kemungkinan besar meningkat pada saat ini. Terutama banyaknya media yang mempengaruhi perkembangan si anak,'' tutur Trias. Selain televisi anak juga harus menghadapi godaan untuk memainkan video game.

Akibatnya, selain hilangnya kreativitas, anak menjadi asosial atau kurang bersosialisasi dengan lingkungannya. Bahkan terkait seringnya si anak menonton televisi membuat kemampuan konsentrasi anak menjadi lebih pendek.''Pola konsentrasi mereka terbentuk dari lama tayangan di televisi dan berhenti konsentrasi saat jeda iklan,'' tutur Trias.

Meski sudah telat untuk mulai memikirkan kebijakan untuk mengurangi dampak media pada anak-anak, Trias mengungkapkan bahwa Asyiyah Muhammadiyah mulai melakukan gerakan untuk mengurangi waktu berinteraksi dengan media di antaranya televisi.''Kami sudah melancarkan gerakan untuk diet televisi yaitu mengurangi waktu menonton televisi sedikit mungkin,'' kata dia.

Di sisi lain muatan pornografi yang masih sering ditemui pada tayangan konsumsi anak-anak pun menurut Trias memicu perilaku berlebihan pada anak. Ia mencontohkan kasus bahwa anak sekolah dasar sudah mulai berani untuk berkirim surat pada lawan jenisnya dengan kata-kata mengagumi lawan jenis layaknya orang dewasa.

 

 

 

sumber : republika.co.id

You are here Lain - lain Wawasan Artikel Kesehatan Televisi Pengaruhi Tumbuh Kembang dan Konsentrasi Anak